RMOLBengkulu. Kepala Badan Pengelolaan Kuangan Daerah (BPKD) Rejang Lebong, Wuwun Mirza mengatakan, Pemkab Rejang Lebong saat ini telah memfasilitasi anggaran semua instansi atau lembaga yang terlibat dalam pelaksaan Pilkada 2020.
“Pemerintah Rejang Lebong sudah menfasilitasi anggaran untuk penyelenggaran maupun lembaga yang terlibat Pemilu, ini merupakan komitmen Pemkab Rejang Lebong untuk memfasilitasi suksesnya Pemilu terutama Pilkada 2020,” kata Wuwun kepada awak media, Selasa (10/3).

Dia menyebutkan, Pemkab Rejang Lebong telah mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2020 puluhan miliar rupiah, di mana hingga saat ini anggaran tersebut sudah mulai dicairkan pasca dilakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebelumnya.

Adapun lembaga yang menerima dana hibah untuk pelaksanaan Pilkada 2020 yakni, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebesar Rp 9,4 miliar, kemudian Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar Rp 18,6 miliar tahap awal, di mana anggaran KPU sendiri akan ditambah sebesar Rp 2,6 miliar pada pencairan tahap kedua nantinya.

Kemudian Polres Rejang Lebong sebesar Rp 2,3 miliar untuk NPHD Harkamtibmas yang kegiatannya termasuk pengamanan Pilkades dan operasi rutin lainnya dan sebesar Rp 4,6 miliar dengan NPHD pengamanan Pilkades.

“Bawaslu dan KPU Rejang Lebong telah melakukan pencairan tahap pertama sebesar 40 persen yang dilakukan pada 28 Februari kemarin , sedangkan Polres sendiri saat masih dalam proses permintaan nomor rekening DIPA ke KPPN,” bebernya.

Selain itu Bawaslu, KPU dan Polres, lembaga lainnya juga menerima anggaran pelaksanaan Pilkada, yakni Kodim 0409 Rejang Lebong sebesar Rp 1,7 miliar, kemudian Batalyon Infanti 144 Jaya Yudha sebesar Rp 400 juta, Brimob sebesar Rp 500 juta dan Polisi Militer (POM) TNI sebesar Rp 170 juta yang akan dianggarakan dalam APBD Perubahan.

“Anggaran yang dialokasikan untuk Kodim, Batalyon, Brimob dan POM ini penyalurannya melalui Badan Kesbangpol, sehingga tidak dilakukan NPHD,” bebernya. [tmc]