CURUP – Dari total Rp 63,798 anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2019, hingga saat ini masih tersisa Rp 6,238 miliar. Dimana realisasi ADD dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama sebanyak 75 persen dan tahap kedua sebanyak 25 persen dan saat ini sudah memasuki proses penyaluran tahap kedua.

Berdasarkan data yang diperoleh RB dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Rejang Lebong (RL) Rabu (13/11), dari 122 desa yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, masih tersisa 46 desa yang belum mengajukan proses pencairan.

‘’Untuk ADD tahap kedua besaran sebanyak 25 persen dari total anggaran masing-masing desa. Dan saat ini masih ada 46 desa yang belum mengajukan proses. Sehingga masih tersisa anggaran ADD sebesar Rp 6,2 miliar,’’ terang Plt. Kepala BPKD Kabupaten Rejang Lebong Wuwun Mirza, MT kepada RB.

Dirincikan Wuwun, masing-masing di Kecamatan Curup Selatan masih ada sembilan pemerintah desa (Pemdes) yang belum mengajukan. Kecamatan Curup Utara tujuh pemdes, Kecamatan Curup Timur ada lima pemdes dan Kecamatan Bermani Ulu (BU) ada tujuh pemdes yang belum mengajukan proses pencairan.

Kemudian, sambung Wuwun, di Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR) ada tiga pemdes, Kecamatan Sindang Kelingi empat pemdes dan Kecamatan Sindang Dataran ada empat pemdes yang belum mengajukan proses pencairan. Serta di wilayah Kecamatan Binduriang tiga pemdes, Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) tiga pemdes dan wilayah Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI) masih ada satu pemdes yang belum mengajukan penyaluran ADD.

‘’Empatpuluh Enam desa tersebut tersebar di 10 wilayah kecamatan dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Kita berharap mereka bisa segera melakukan proses pengajuan penyaluran ADD agar ADD bisa terserap dengan maksimal. Agar realisasi pembangunan di desa juga bisa tercapai dengan optimal,’’ demikian Wuwun.(dtk)